Cerita : Cinta Mati 'Tubuhku Adalah Karya Senimu'
Cerita : Cinta Mati "Tubuhku Adalah Karya Senimu"
Judul : Cinta Mati
Episode : 1
Status : Finish
Genre : Psycological, Romance, Tragedi
----------------------
Ini adalah cerita tentang aku dan pacarku. Ia perempuan, namanya Siska.
Kita sudah berpacaran lama sekali, mungkin sekitar beberapa tahun. Pacarku adalah perempuan hebat yang selalu tersenyum kepadaku. Dia merasa bahwa, dia sangat senang ketika berduaan denganku dan bermain dengan tubuhku.
Meskipun terkadang aku merasa aneh, tetapi aku sangat senang.
Hari-hari berlalu, waktu berjalan sangat cepat. Tidak terasa kita sudah pacaran selama hampir 3 tahun. Dia sangat menyayangiku. Dia sudah menganggap aku seperti keluarga sendiri. Bahkan dia tidak bisa sehari saja tidak bertemu denganku.
Tapi, Kisah cinta ini tidak berjalan baik sesuai yang direncanakan. Orang tua dari Siska tiba-tiba ingin menjodohkan dia dengan lelaki lain. Tentu saja berita ini membuat aku terkejut dan dia juga.
Siska yang paling tidak setuju, ia nekat mengajakku untuk kabur bersamanya. Aku yang saat itu sudah putus asa hanya bisa meng-iyakan ajakan dari Siska.
Tak lama kemudian, saat malam hari kita memutuskan untuk kabur. Perlengkapan yang kami bawa hanya beberapa saja, bahkan uang pun kami hanya memiliki sedikit.
Dua hari perjalanan kita kabur, semuanya di penuhi dengan kesakitan. Kita selalu beristirahat di tempat gelap di pinggir jalan. Ingin aku berteriak tetapi ini sudah jalan yang kita pilih berdua.
Akhirnya di hari ke empat, Orang Tua dari Siska mengirim beberapa orang untuk mencari kami. Hal itu aku ketahui saat melihat poster dirinya di beberapa papan pengumuman. Aku tau ini akan terjadi, karena dia adalah anak dari orang tua yang terkenal.
Hari itu hari yang sangat melelahkan karena kita terus kabur dari kejaran beberapa orang suruhan dari orang tua Siska. Akhirnya kita memutuskan untuk beristirahat sebentar. Aku melihat Siska sudah tertidur, aku rasa tidak ada salahnya aku keluar mencari makan. Karena kita berdua belum makan.
Aku pergi mencari tukang bubur.
Setelah sampai di tukang bubur, Aku mendengar suara tembakan dari arah tempat Siska tertidur. Orang-orang pun banyak yang berlari dari arah sana.
Aku panik mendengar suara itu dan seketika langsung pergi menuju Siska. Tak lama setelah itu, aku bertemu dengan Siska di perjalanan. Ternyata ia sudah bangun dan mencariku.
Ia terlihat ketakutan, tangannya menggenggam sesuatu dengan sangat kencang.
Aku bertanya, ada apa? tetapi ia hanya terdiam dan mendekati tubuhku. Aku rasa ia memang sangat ketakutan. Barang-barang kami saja sampai ditinggal.
Karena itu, aku memutuskan untuk kembali dan melihat apa yang terjadi. Aku bukan ingin mencari masalah. Hanya saja tanpa barang-barang itu aku tidak bisa hidup lebih lama lagi.
Aku pun bilang kepada Siska agar tetap disini. Sementara aku ingin mengambil barang-barang kita.
Siska pun aku tinggal.
Setelah sampai di tempat kejadian, Aku melihat seseorang tergeletak di lantai. Air berwarna merah mengalir dalam tubuhnya.
Aku berhenti dan bersembunyi, semua keringat dalam tubuhku keluar. Detak jantung pun terasa cepat sekali, sampai aku bisa mendengar suaranya. Aku benar-benar takut sekali.
Setelah lama ketakutan dan bersembunyi aku memutuskan untuk berani mengambil barang-barang itu.
"Mungkin saja ia tidak mengenaliku, pura-pura saja tidak tahu" ucapku dalam hati.
Setelah hampir dekat dengan barang-barang ku. Tiba-tiba orang suruhan itu melihat ke arahku dan dengan cepat mengarahkan sejata kepadaku.
Hitungan beberapa detik, suara tembakan muncul.
Aku mencoba menghindar dengan reflek dari tubuh ini.
Tetapi tidak bisa, tangan kiriku terkenan tembakan dan mengeluarkan darah yang banyak.
Anehnya, luka di tangan ini berlawanan dengan arah tembakan dari orang suruhan itu. Setelah aku lihat ternyata orang suruhan itu juga tergeletak di lantai.
Aku tidak tau apa yang terjadi.
Tapi entah kenapa di belakangku terasa sangat dingin sekali.
Tanpa sengaja aku berusaha menengok kebelakang.
Ternyata ada Siska dengan senyuman tipis sedang mengarahkan senjatanya ke arahku.
Dan dengan pelan ia berkata.
"MATI"
------------------------------------
Tambahan : Siska adalah anak dari bos mafia di wilayah ini, ia juga sangat suka bermain dengan pisau. Bekas luka di sekujur tubuhku adalah bukti bahwa siska sangat menyangiku.
0 Comments