Aku Berjuang Untuk Ibuku
Seorang wanita yang sangat tangguh. Mempunyai hati sekuat baja, dan tangan selembut kain sutra. Yang rela bekerja selama 24 jam tanpa dibayar sepeserpun. Seorang wanita yang dulu menggendongku melihatku tertawa dan menangis.
Seorang wanita, yang menahan sakitnya dibelakangku. Menyiapkan sarapanku dan tersenyum saat apapun yang terjadi. Seorang wanita yang tanpa pamrih membesarkanku, menegurku saat aku salah. Dan seorang wanita yang bahagia melihatku saat ini. Ya, Itu ibuku..
Bila ada ratusan atau bahkan ribuan omonganpun yang menjatuhkanku, jika itu artinya aku bisa melihat ibuku tertawa dihadapanku. Aku tidak peduli !
Siapa kamu ? yang bahkan memberi ku makan saja tidak pernah.
Siapa kamu ? yang bahkan saat aku sakit pun tidak peduli.
Siapa kamu ? yang bahkan aku menangis pun kamu tertawa.
Jadi pantas kah aku dihentikan oleh satu, ratusan, atau bahkan ribuan orang yang sepertimu. Aku tidak punya waktu. Aku adalah seseorang yang mempunya Hati sekeras Ayahku, Yang mempunyai Tangan sekuat Ayahku. Jika aku terguncang hanya karena hal sepele seperti itu, mungkin Ayahku akan tertawa disana.
Ibu, jikalau suatu saat nanti aku kehilangan kakiku untuk berjalan. Sungguh aku masih mempunyai kedua tanganku untuk merayap. Dan jika aku kehilangan kedua tanganku untuk melangkah, akan kugunakan seluruh tubuhku untuk membuatnya bergerak walaupun itu hanya satu inchi.
Aku adalah potongan kecil dari hidupmu. Bahagiaku adalah saat melihatmu tertawa. Aku akan melakukan apapun walapun itu akan menghancurkan setiap bagian dari diriku, jika itu berarti bisa membuatmu mengucapkan "Cukup" dengan penuh kebahagiaan di wajahmu. Aku akan melakukannya, Karena Sukseku adalah menjadi sesuatu yang berharga selama aku dibesarkan olehmu. Sungguh aku tidak bisa sebesar ini jika bukan karena mu. Terima kasih, Ibuku..

0 Comments