Cerita Anak Islami : Menumbuhkan Teladan dan Pendidikan Yang Baik Bagi Anak

by - Januari 07, 2020

Cerita Anak Islami : Menumbuhkan Teladan dan Pendidikan Yang Baik Bagi Anak

Cerita Anak Islami : Menumbuhkan Teladan dan Pendidikan Yang Baik Bagi Anak

Secangkir Kopi, Mendidik Anak adalah hal yang sangat penting bagi semua orang tua. Bukan Hanya dari Segi pendidikan tetapi Juga Akhlak. Bagaimana cara kita mendidik Akhlak Bagi anak-anak kita.

Salah satunya yaitu dengan sering-sering menceritakan Cerita Anak Islami tentang Keteladanan Rasulullah Dan bagaimana cerita anak lainnya yang mengajarkan anak supaya mempunyai akhlak yang baik.

Secangkir Kopi akan membagikan kumpulan Cerita Anak Islami, Yang sebenarnya ditulis untuk tugas. Tetapi semoga bisa bermanfaat untuk banyak orang.

Cerita Anak Islami.

1. Cerita Anak Islami : Sang Pengembara Yang Ditemani Malaikat

Cerita Anak Islami : Sang Pengembara Yang Ditemani Malaikat

Pada suatu hari diceritakan ada sang pengembara berangkat untuk mengunjungi saudaranya di perkampungan. Jarak tempuh kerumah saudaranya cukup jauh sekali, harus melewati bukit-bukit. Tanpa disadari oleh sang pengembara, Allah telah mengirimkan malaikat berbentuk manusia untuk menemaninya dalam perjalanan.

Singkat cerita, Sesampainya sang pengembara di depan pintu gerbang perkampungan, malaikat yang berwujud manusia itu bertanya kepada si pengembara
" Hendak Kemana? " tanya malaikat kepada si pengembara
" Aku mau mengunjungi saudara ku di perkampungan ini " jawab si pengembara.

Malaikat pun kembali bertanya, " Adakah utang budinya saudaramu, sehingga engkau jauh - jauh datang untuk mengunjunginya? "
" Tidak, bukan karena utang budi aku mengunjunginya, dan bukan juga karena yang lainnya. Aku mengunjunginya karena aku mencintainya karena Allah, karena itu saja. " jawab si pengembara.

" Aku adalah malaikat Allah Yang Maha Pengasih, yang diperintahkan untuk menemanimu dalam perjalananmu, sungguh Allah mencintaimu. Sebab cintamu kepada kawanmu karena Allah " Ujar sang malaikat.

Makna Dari Cerita Sang Pengembara Yang Ditemani Malaikat

Ternyata Allah sangat mencintai orang-orang yang hidupnya saling bersahabat karena Allah. jika kita bersahabat jangan pilih-pilih ya adik - adik, mau dia orang miskin atau pun kaya, cakep atau pun jelek, kita tetap mau bersahabat karena. Sebab selain kita mempunyai banyak teman, Allah SWT pun akan mencintai kita. Karena kita bersahabat bukan karena melihat derajat ataupun rupa, tapi kita bersahabat karena Allah SWT.

2. Cerita Anak Islami : 2 Potong Roti

Cerita Anak Islami : 2 Potong Roti

Pada suatu hari di kalangan Bani Israil, ada seorang ahli ibadah. Ia menghabiskan waktu enam puluh tahun untuk terus-menerus menyembah Allah SWT di kuilnya.

Ibadah yang begitu khusyuk membuat Allah SWT ridha kepadanya. Hujan pun turun terus-meneurs di kuil dan sekitarnya. Pepohonan tumbuh menghijau, lebat, dan indah. Padahal, di sekitarnya, cuma ada tanah gersang.

Suatu hari, rahib yang rajin beribadah ini keluar kuil, dilihatnya pepohonan, langit, dan gunung-gunung di kejauhan.
       
“Seandainya aku turun dan melihat-lihat kebesaran Allah SWT lewat ciptaan-Nya, keimananku pasti akan bertambah,” demikian bisiknya sambil tersenyum.

Setelah itu, ia keluar kuil dan berjalan sambil sedikit membawa bekal. Di sepanjang jalan, ia tak henti bergumam, “Alangkah indahnya ciptaan Allah SWT. Alangkah agungnya Sang Pencipta.”

Tiba-tiba, seorang wanita datang menemuinya dan mengajak sang rahib istirahat di tempat teduh. Wanita itu bergitu cantik sehingga sang rahib pun memuji Allah SWT, “Alangkah indahnya ciptaan Allah SWT. Ternyata, dari semua makhluk yang Allah SWT ciptakan, tak ada yang lebih indah dan sempurna dari manusia.”

Namun, karena mereka hanya berdua saja, Setan datang dan menggoda dengan lebih leluasa.

Rahib dan wanita yang menemuinya itu begitu asyik mengobrol sampai lupa waktu. Setan berhasil membuat rahib dan wanita itu melupakan Allah SWT.

Maka, Setan tertawa terbahak-bahak setelah berhasil membuat mereka melakukan perbuatan yang tidak baik.

Dengan perasaan amat bersalah, sang rahib pergi dan turun ke sebuah kolam untuk mandi. 
Saat itu, datang seorang pengemis. Karena tak mempunyai sesuatu yang lebih baik, sang rahib memberikan bekalnya berupa dua potong roti.

Setelah itu, sang rahib meninggal penuh penyesalan.

Di akhirat, amal ibadanya selama enam puluh tahun lebih ringan dari dosa yang dibuatnya dengan wanita itu.

Namun, ketika pahala dua potong roti ditambahkan, amal kebaikannya jadi lebih berat dan Allah SWT pun mengampuninya.

Makna Dari Cerita 2 Potong Roti

Dosa besar harus dijauhi karena bisa memperberat timbangan dosa kita pada Hari Pengadilan nanti.
Hanya amal baiklah yang bisa menyeimbangkannya.

3. Cerita Anak Islami : Tukang Kebun Yang Rajin Sedekah

Cerita Anak Islami : Tukang Kebun Yang Rajin Sedekah

Pada suatu hari, ada seorang musafir yang sedang berjalan di padang pasir, tiba-tiba saja seorang musafir itu mendengar suara dari langit, "Siramilah kebun milik siFulan."

Dan setelah si musafir mendengar suara itu tiba-tiba hujan turun sangat derasnya, menyirami kebun milik si Fulan. Si Musafir pun terlihat keheranan, dan dari rasa penasarannya si musafir pun mencari pemilik kebun tersebut.

Setelah si musafir bertemu dengan si pemilik kebun dia pun bertanya kepada si pemilik kebun
"Siapa namamu?" tanya si musafir
"Fulan, Mengapa bertanya tentang namaku?" jawab si pemilik kebun

"Saat aku sedang berjalan dipadang pasir tiba-tiba aku mendengar suara di langit, yang memerintahkan hujan untuk menyirami kebun milikmu. Dan tidak lama setelah suara itu hujan pun turun. Aku sangat keheranan dan penasaran, sebenarnya amalan apa yang engkau perbuat?" Tanya si musafir.

"Mungkin karena aku sering sedekahkan sepertiga tanaman yang tumbuh dari kebunku, sepertiganya aku buat makan bersama keluargaku, dan sepertiganya lagi aku biarkan." Jawab si Pemilik kebun.

Makna Dari Cerita Tukang Kebun Yang Rajin Sedekah

dunia ini adalah tempatnya untuk mengumpulkan pahala kebaikan, untuk bekal kita nanti saat kita kembali kepada Allah SWT.
Salah satu amal kebaikan yang sangat Allah cintai adalah Bersedekah.
Adik-adik harus tahu bahwa dalam harta yang kita miliki atau yang kita dapatkan, itu terdapat hak-hak anak yatim, orang miskin, dan orang-orang yang membutuhkan. Karena itu, Adik-adik rajinlah bersedekah, karena Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik dari yang kita sedekahkan.

4. Cerita Anak Islami : Jangan Pernah Menyekutukan Tuhan


Cerita Anak Islami : Jangan Pernah Menyekutukan Tuhan

Pada suatu hari, ada seorang ahli ibadah melewati sebuah pohon. Seorang ahli ibadah itu sangat marah karena melihat banyak orang-orang yang beramai-ramai sedang menyembah pohon itu.

Dalam perjalanan Ia dicegat oleh iblis yang menjelma menjadi manusia. Iblis pun melarang Ia untuk menebang pohon itu, si Iblis pun terus mencegatnya hingga akhirnya terjadilah pergulatan. Dan dengan mudah si ahli ibadah ini mengalahkan si iblis.

Karena si iblis kalah, si iblis pun menawarkan sejumlah uang sebesar dua dinar yang akan ditaruh dibawah bantal siahli ibadah setiap harinya, asalkan S ahli ibadah tidak menebang pohon itu. Si ahli ibadah pun setuju dengan penawaran dari si iblis dan Ia pun merasa gembira.

Namun suatu hari, ia tidak menemukan lagi uang yang di janjikan si iblis di bawah bantalnya. "Kurang ajar..! Aku ditipu Iblis..! Sekarang aku akan kembali menebang pohon itu" seru si ahli ibadah dengan kekesalannya.

Di perjalanan, Ia bertemu kembali dengan iblis dalam bentuk manusia lagi, dan si iblis pun bertanya "Handak kemanakah engkau?"
"Aku akan menebang pohon yang disembah itu, karena perbuatan menyembah pohon atau pun benda adalah menyekutukan Allah SWT." Jawab si Ahli Ibadah
"Bohong, engkau berbohong..! Bukan karena itu engkau mau menebangnya" seru si Iblis

Siahli Ibadah terus melangkah menuju pohon itu untuk menebangnya. Hingga iblis pun marah dan membantingnya ketanah lalu mencekik lehernya.

"Tahukah kau, Siapa aku sebenarnya? Aku adalah iblis yang menjelma menjadi manusia..! Engkau datang pertama kalinya ingin menebang pohon itu semata-mata karena Allah SWT, hingga kau bisa menang dari ku. Lalu aku menipumu dengan uang dua dinar, dan sekarang kau melawan ku karena uang bukan karena Allah hingga kau dapat aku kalahkan."

Makna Dari Cerita Jangan Pernah Menyekutukan Allah

Ternyata jikalau kita melakukan sesuatu bukan karena Allah, maka kita akan mudah sekali menyerah dan bahkan kita akan sangat mudah sekali dikalahkan.
Oleh karena itulah, jika kita mengerjakan sesuatu amal harus dengan ikhlas dan karena Allah. Dan kita juga tidak boleh menyekutukan Allah SWT, karena perbuatan menyekutukan Allah akan menjadikan kita disenangi oleh setan.
Adik-adik dirumah ingin disenangi oleh Allah apa ingin disenangi oleh setan? Jika adik-adik ingin disenangi oleh Allah, seperti kakak pesan tadi "Jangan pernah menyekutukan Allah SWT"

5. Cerita Anak Islami : Menggosok Besi Menjadi Jarum

Cerita Anak Islami : Menggosok Besi Menjadi Jarum

Pada suatu hari, ada seorang anak kecil tinggal di desa yang ter pencil. Karena kenakalannya, bocah ini sering tidak mengikuti pelajaran membaca dn menulis yang seharusnya Ia ikuti. DIa lebih suka bermain - main menyusuri jalanan dan tepian sungai.

Suatu hari, di tepian sungai bocah kecil ini memperhatikan seorang Nenek-Nenek sedang mengerjakan sesuatu berulang-ulang. Ia menggosok-gosokan sesuatu pada sebuah batu. Sampai beberapa hari berikutnya, si bocah kecil ini masih memperhatikan hal yang sama yang dilakukan oleh Nenek - Nenek itu.

Melihat Nenek-Nenek itu sibocah kecil pun telah membuat si bocah kecil menjadi penasaran. Dan Ia pun memberanikan diri mendekati si Nenek.

"Nek, Sudah beberapa hari ini Saya perhatikan dan saya lihat Nenek melakukan hal yang sama terus-menerus.. Sebenarnya Nenek sedang melakukan apa?"
"Nenek sedang menggosok besi batangan ini, Nak..." Jawab si Nenek

Si bocah kecil pun semakin penasaran. 

"Untuk apa Nenek menggosok besi batangan itu , Nek?"
"Nenek menggosok besi batangan ini untuk di buat sebuah jarum , Nak !" Tandas si Nenek
Si bocah kecil ini tampak tidak percaya. "Wah ... mana mungkin Nek, besi batangan di gosok menjadi jarum?"

Si Nenek pun menghentikan kegiatannya yang sedang menggosok besi batangan dan memandang si bocah kecil itu dan berkata "Selama kita memiliki kemauan dan kesabaran, besi batangan ini bisa di gosok terus menerus, pasti bisa menjadi Jarum...!"

Si bocah kecil pun merasa kagum mendengar jawaban si Nenek. Dan peristiwa itu membuatnya menjadi pelajar yang rajin, disiplin, dan teguh. Setelah dewasa, si bocah tadi menjadi seorang sastrawan terkenal, Ia selalu teringat pesan dari Nenek tua itu.

Selama kita memiliki keteguhan hati, besi batangan pun bisa di gosok menjadi jarum.

Makna Dari Cerita Menggosok Besi Menjadi Jarum

Dari cerita di atas mengajarkan kita untuk memiliki kemauan yang keras, Insya Allah dengan kemauan yang keras dan kesabaran jalan kesuksesan akan terbuka lebar.
Siapa Adik- adik yang ingin hidupnya sukses ???
Oleh karena itu, tidak ada yang tidak mungkin. Karena nya janganlah adik-adik bermalas-malasan. Ingat pesan Si Nenek dalam cerita di atas, bahwa selama kita memiliki keteguhan hati, besi batangan yang besar pun bisa di gosok menjadi jarum.

6. Cerita Anak Islami : Tukang Semir Jadi Mabrur

Cerita Anak Islami : Tukang Semir Jadi Mabrur

Pada suatu hari ada seorang laki-laki yang miskin dan ia hanya berprofesi sebagai tukang semir sepatu. Tetapi walau pun ia miskin, ia sangat rajin beribadah. Seperti kebanyakan orang-orang, ia juga sangat bermimpi agar bisa naik haji suatu hari nanti.

Dari hari ke hari, bulan ke bulan , tahun ke tahun, ia rajin mengumpulkan uang hasil semir sepatunya demi harapan suatu saat ia bisa naik haji. uang yang di kumpulkannya tidak pernah mencukupi untuk ongkos naik haji. Namun karena ia sabar, pad akhirnya tabungan untuk naik hajinya pun sudah cukup.

Melihat tabungannya sudah mencukupi untuk naik haji, ia sangat bergembira. Namun, tiba-tiba ia kaget karena tetangganya sedang sakit parah dan memerlukan banyak biaya untuk berobat.

Si tukang semir pun mengunjungi tetangganya yang sedang sakit tersebut yang juga miskin. terdengar tetangganya merintih kesakitan karena sakit yang di deritanya. Karena merasa kasihan, situkang semir pun memberikan semua tabungan hajinya untuk tetangganya berobat.

Si tukang semir memang batal naik haji, tetapi di dalam hatinya ia senang karena bisa memberikan harapan dan ketenangan kepada tetangganya yang sedang ditimpa musibah dan membutuhkan biaya untuk berobatnya.

Seperti biasanya setelah ia gagal naik haji. Si tukang semir kembali melakukan pekerjaan sehari-harinya seperti biasanya.

Dan sementara itu, dikampung sebelah. terdengar ada beberapa saudagar kaya yang berangkat naik haji. Pada suatu ketika di Padang Arafah, sebagian jamaah haji tertidur pulas. dan sang saudagar kaya pun ikut tertidur pulas ditengah-tengah keramaian.

Dalam tidurnya, Sang saudagar bermimpi bertemu dengan Nabi Muhammad. Ia tidak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk bertanya. Ia bertanya "Wahai Nabi Muhammad, siapakah diantara kami yang diterima hajinya oleh Allah SWT tahun ini?"
Nabi Muhammad menyebutkan nama si Tukang Semir sepatu.

Sang saudagar pun terkejut dan kembali ia bertanya, "Wahai Nabi Muhammad, siapa dia, dan berasal dari mana?"
"Dia hamba Allah dari kampung tetanggami,".Saudagar kaya itu tidak percaya, mana mungkin ada seorang yang naik haji dari kampung itu. Karena ia tahu kalau penduduk di kampung itu penduduknya miskin, Bahkan dari penghasilan penduduk kampung itu tidak lah mungkin mencukupi untuk ongkos naik haji.
Tiba-tiba ia terbangun dari tidur pulasnya.

Singkat cerita,
Setelah pulang dari naik haji sang saudagar kaya mencari nama orang yang di sebutkan oleh Nabi Muhammad dalam mimpinya. Dan setelah bertemu dengan orang yang ia cari ternyata ia hanyalah seorang Tukang Semir yang Miskin.

Sang saudagar pun bertanya kepada si tukang semir sepatu, "Apakah tahun ini kamu naik haji? Dalam mimpi aku bertemu dengan Nabi Muhammad dan berkata tentang nama mu?"

"Aku belum pernah pergi naik haji. Tetapi, barangkali niat, kerja keras, dan tekad ku untuk membantu tetangga ku, sehingga Nabi Muhammad menyebut ku sebagai seorang haji yang mabrur." Jawab si tukang Semir sepatu dengan merendah.

Makna Dari Cerita Tukang Semir Jadi Mabrur

marilah kita belajar dari si tukang semir. Walau pun hidupnya miskin, akan tetapi dia rela berkorban untuk tetangganya yang sedang membutuhkan. Masya Allah, Luar biasa ya Adik-adik..!
Yuk, kita membantu saudara-saudara kita yang sedang membutuhkan, apa pun yang kita sanggup berikan kepada mereka. Meskipun yang kita berikan kecil, tapi sangat besar artinya untuk mereka.

7. Cerita Anak Islami : Menghapus Sifat Iri dan Dengki

Cerita Anak Islami : Menghapus Sifat Iri dan Dengki

Suatu ketika, nabi besar Muhammad sedang duduk-duduk bersama dengan para sahabat-sahabatnya. Beliau berkata kepada para sahabat, " Sebentar lagi, salah satu ahli syurga akan muncul di hadapan kalian. ". 
Dan para sahabat-sahabat nabi pun terdiam dan memandang. Mereka bertanya-tanya, siapa yang kira-kira yang di maksud Nab dengan calon penghuni syurga?

Tak begitu lama kemudian, datanglah seorang laki - laki dengan berpenampilan sederhana muncul dihadapan mereka. tampak pada seorang laki-laki tersebut menetes sisa-sisa dari air wudhu dari janggutnya dan tampak lai-laki itu sedang menenteng sandal dengan tangan kirinya.

Dan pada hari berikutnya, Nab Muhammad SAW mengulang kembali lagi perkataannya kepada para sahabatnya tentang calon penghuni syurga. Dan laki-laki berjanggut kemarin pun tiba-tiba muncul dan melintas.

Dihari ketiga Nabi Muhammad SAW mengulang lagi perkataan yang sama kepada para sahabat, dan kejadian itu pun kembali terulang, lelaki itu pun tiba-tiba muncul kembali.

Mendengar ucaapan dari Nabi Muhammad SAW itu, ahirnya salah satu seorang sahabat Nabi bernama Abdullah Bin Amr merasa penasaran dan bertanya di dalam hatinya "apakah sebenarnya yang dilakukan oleh seorang laki-laki itu, sehinga ia bisa masuk syurga?" dan sahabt Nabi yang bernama Abdullah pun mengikuti laki-laki yang dimaksud oleh Nabi tersebut.

Abdullah pun menyapa kepada laki-laki itu "wahai sahabat ku, apa bolehkah aku menginap selama tiga hari di rumah mu ?" Ia pun menjawab "Silahkan, dengan senang hati".

Pada akhirnya Abdullah pun menginap dirumah laki-laki itu hingga tiga malam berlalu. Abdullah tidak melihat laki-laki itu tidak melakukan amal-amal penghuni syurga. Dan terlihat ibadah laki-laki itu pun biasa-biasa saja. Lalu apakah yang membuat lai-laki itu bisa masuk syurga?

Abdullah pun memberanikan diri bertanya kepada laki-laki itu "Sudah tiga hari aku disini, aku tidak melihat mu mengerjakan ibadah-ibadah yang luar biasa. Tapi mengapa Nabi Muhammad berulang kali menyebut mu sebagai salah satu calon dari penghuni syurga?"

Laki-laki itu pun menjawab "Aku tidak melakukan amalan-amalan yang istimewa, akan tetapi sebelum tidur Aku berusaha mengingat kesalahan - kesalahan saudara ku seiman. Dan Aku berusaha mema'afkan kesalahan-kesalahan mereka sebelum Aku tidur, Aku hilangkan rasa iri dan dengki terhadap karunia Allah SWT yang di berikan kepada saudara ku".

Makna Dari Cerita Menghapus Sifat Iri dan Dengki

ternyata jika kita memaafkan kesalahan - kesalahan teman kita sesama muslim, Allah SWT akan memberikan syurga sebagai balasannya.
Kita harus bersyukur atas nikmat yang di berikan-Nya untuk kita. maka hati kita pun akan lebih senang dan lapang, dan teman-teman kita pun akan suka kepada kita.
Karena Orang-orang yang mempunyai sifat Dengki dan sifat pemdendam merupakan Kawan syaiton. dan orang yang mempunya sifat iri dan dengki nya pun tidak akan disukai oleh teman-temannya yang lain.
Adik-adik tentu ingin punya banyak teman dan di sayang oleh semua Orang, kan? Maka jadilah adik-adik orang yang pemaaf, dan Allah SWT pun akan menyayangi Adik-adik.

8. Cerita Anak Islami : Raja Bijaksana Yang Menguji Rakyatnya

Cerita Anak Islami : Raja Bijaksana Yang Menguji Rakyatnya

Awal cerita, Ada seorang raja bijak ingin menguji kerajinan dan kepedulian rakyatnya. Pada sore harinya sang raja diam-diam menaruh batu ditengah- tengah jalan yang sering dilewati orang. Sebuah batu itu diletakan persis di tengah jalan, sehingga sangat tidak enak dipandang dan menghalangi langkah orang.

Sang Raja sengaja sengaja ingin mengetahui sikap rakyatnya yang sedang berlalu -lalang di jalan tadi. Tampak seorang petani melintas membawa gerobak barang yang penuh dengan barang bawaan. Ketika melihat batu menghalangi jalannya, Ia langsung mengomel dan Ia pun marah-marah.

"Dasar memang orang-orang disini malas-malas..! Batu di tengah jalan didiamkan saja...!" sambil terus menggerutu, ia membelokan gerobaknya untuk menghindari batu tadi dan Ia pun meneruskan perjalannya.

Setelah itu lewatlah seorang prajurit sambil bernyanyi-nyanyi tentang keberaniannya di medan perang. Karena kurang memperhatikan jalanan, siprajurit tersandung batu itu dan hampir tersungkur.
"Aduh...! kenapa orang malas menyingkirkan Batu keparat ini?" teriak si prajurit geram sambil mengacungkan pedang. Meski marah-marah si prajurit itu tidak melakukan tindakan apapun terhadap batu itu. Sebaliknya Ia hanya melangkahi batu tersebut dan berlalu begitu saja.

Tidak lama kemudian, seorang pemuda miskin sambil membawa gerobak melewati jalan itu. Ketika melihat batu tadi, Ia berkata didalam hati, "Hari sudah akan beranjak mulai gelap, bila orang melintas dijalan ini dan orang tidak berhati-hati melintas, pasti akan tersandung. Batu ini bisa mencelakai orang."

Walaupun Ia lelah setelah bekerja keras selama seharian, dengan susah payah pemuda itu memindahkan batu itu kepinggir jalan. Setelah memindahkan batu, pemuda itu terkejut melihat sebuah benda tertanam dibawah batu yang di pindahkannya. Sebuah kotak berisi sepucuk surat berbunyi "Untuk rakyat ku yang rela memindahkan batu penghalang ini. Karena engkau rajin dan peduli kepada orang lain, maka terimalah lima keping emas yang ada di dalam kotak ini sebagai hadiah dari raja mu."

Pemuda miskin itu langsung bersujud syukur dan memuji kedermawanan rajanya. Peristiwa itu pun menggemparkan seluruh negri. Raja telah mengajran pentingnya nilai kerajinan dan kepedulian terhadap sesama, serta keberanian dalam menghadapi rintangan.

Makna Dari Cerita Raja Bijaksana Yang Menguji Rakyatnya

Pemimpin yang baik adalah yang perhatian kepada rakyatnya. Ia ingin mengetahui keadaan rakyatnya. Apakah mereka pemalas atau rajin. Seorang Pemimpin yang baik juga harus ingin tahu apakah rakyatnya punya cukup makanan atau tidak.
Dari cerita ini juga, kita bisa belajar menjadi orang yang rajin dan ikhlas memikirkan kepentingan orang banyak. Karena orang yang demikian akan dicintai Allh SWT dan di senangi banyak orang.

9. Cerita Anak Islami : Syekh Yang Jujur Selamat Dari Badai

Cerita Anak Islami : Syekh Yang Jujur Selamat Dari Badai

Pada suatu ketika ada seorang syekh yang bernama Syekh Al-Bazzaz sedang melaksanakan ibadah haji. Saat ia berada di Masjidil Haram di Makkah, tiba-tiba ia merasa sangat lapar sekali, tapi ia tidak mempunyai makanan untuk mengganjal perutnya.

Ia pun terus mencari sesuatu yang bisa dimakan olehnya. namun ia tidak mendapatkan apa - apa. Dalam pencariannya ia menemukan sebuah kantung berbahan sutra, ia pun membawa kantong sutra itu ke rumah tinggalnya di Makkah. Sesampainya dirumah, ia pun membuka kantong dari kain sutra itu, alangkah terkejutnya ia ketika melihat sebuah permata cantik yang ada didalam kantung itu. Ia pun buru - buru mengikatnya kembali dan meneruskan mencari makan.

Saat ia sedang mencari makanan, tiba - tiba ia mendengar seorang tua berteriak - teriak dari kejauhan. "Barang siapa yang menemukan kantong sutra, akan diberi hadiah lima ratus dirham emas."

"Sekarang aku sangat lapar, apakah aku harus mencuri kalung permata ini dan menggembalikan kantung nya saja? Tidak, aku harus mengembalikankepada orang tua itu." ujar syekh Al-bazzaz didalam hati.

"Wahai bapak, kemarilah...! Ayo kerumahku," ajak syekh kepada orang tua itu.
"Aku kehilangan sebuah kantung sutra" orang tua itu menyebutkan ciri-ciri kantung sutra yang hilang.
"Bapak, inilah kantung sutra yang seperti ciri - ciri yang bapak sebutkan" kata syekh Al-Bazzaz

"Inilah uang lima ratus dirham emas sebagai hadiah dariku untukmu"
"Bapak, aku tidak akan menerimanya, dan tidak akan meminta balasan darimu sedikit pun." jawab Syekh Al-Bazzaz
"Sudahlah tidak apa - apa, ambilah ini sebagai hadiah" orang tua itu sedikit memaksa
"Demi Allah, aku tidak akan menerimanya. Aku hanya mengharapkan pahala dari Allah SWT saja," Jawab Syekh Al-Bazzaz

Dan kemudian orang tua itu pun pergi, setelah orang tua itu pergi Syekh Al-Bazzaz tidak merasa ada penyesalan karena dia tidak mengambil hadiah yang ditawarkan oleh orang tua itu.

Setelah musim haji selesai, Ia pun hendak pulang kampung dengan menaiki perahu. Dalam perjalanan pulang, perahu yang ditumpanginya diterjang badai ombak yang bergulung sangat besar dan angin yang meniup sangat kencang sekali. Perahu yang ia tumpangi pun pecah terbelah dihantam badai dan kemudian tenggelam.

Semua penumpang perahu itu terlempar ke laut beserta semua barang yang diangkut dalam perahu. Namun, Syekh Al-Bazzaz selamat, dengan berpegangan pada pecahan kayu sisa perahu. Ia pun terapung - apung selama beberapa hari di lautan, hingga akhirnya ia terdampar di sebuah pulau.

Didalam pulau itu terdapat warga tidak bisa membaca dan menulis. Ia pun berhenti dan masuk disebuah Masjid, lalu ia mengambil sebuah Al-Qur'an dan membacanya. Karena mendengar suara Syekh Al-Bazzaz, Orang - orang dipulau itupun melihatnya dan berkumpul disekeliling Syekh Al-Bazzaz.

"Tuan, maukah yuan mengajarkan kami membaca Al-Qur'an" kata mereka satu persatu.
Syekh Al-Bazzaz pun akhirnyamengajarkan mereka satu persatu sampai pintar membaca Al-Qur'an.

"Di pulau ini ada seorang gadis yatim, dia mempunyai kalung permata, dan kami ingin menikahkan mu dengannya" ujar seorang Bapak kepada Syekh Al-Bazzaz
"Tidak, aku harus melanjutkan perjalanan lagi ke kampungku," Balas Syekh AL-Bazzaz
"Engkau harus menikah dengan nya, agar bisa tinggal di kampung ini dan mengajar kami." Kata sibapak itu sedikit memaksa

Akhirnya Syekh Al-Bazzaz pun menerima tawaran itu. Di hari pernikahannya ketika gadis itu berada dihadapannya, tampak olehnya kalung permata melingkardi leher sang gadis. Ia terus memandang dan memandang kalung permata itu.

"Wahai syekh, engkau telah mengecewakan hati gadis ini, engkau hanya melihat kalungnya saja" ujar seorang kerabat
"Aku dan kalung ini punya cerita sendiri." Syekh Al-Bazzaz pun menceritakan kisah yang terjadi dahulu dengan kalung itu.

Setelah mendengarkan cerita Syekh Al-Bazzaz, orang- orang disekelilingnya mengucapkan takbir.
"Ada apa dengan kalian, tiba-tiba bertakbir dan bertahlil?" Tanya Syekh Al-Bazzaz
"Orang tua yang dahulu kehilangan kalung itu adalah ayah si gadis yatim ini. Selama perjalanan pulang dari ibadah Haji, Ia tidak henti - hentinya berdo'a, "Ya Allah, aku tidak pernah bertemu dengan seorang muslim sebaik laki-laki yang telah menemukan kalung permataku. Ya Allah pertemukan aku dengannya Sekali lagi, agar bisa ku nikahkan putriku dengannya," Dan sekarang doa itu dikabulkan."

Makna Dari Cerita Syekh Yang Jujur Selamat Dari Badai

Allah akan membalas yang terbaik dari apa yang sudah kita lakukan. Lihatlah cerita diatas, Syekh Al-Bazzaz tidak mau menerima imbalan apa-apa dari kalung permata itu. Dia hanya mengharapkan Ridho Allah SWT.
Dan sebagai balasannya, Syekh selamat dari badai dan Ia pun menikah dengan putrinya dan mendapatkan kembali kalung permata itu.

10. Cerita Anak Islami : Menolong Dengan Tulus Dan Ikhlas

Cerita Anak Islami : Menolong Dengan Tulus Dan Ikhlas

Disatu cerita, ada seorang bapak tua yang mempunyai empat orang anak. sang ayah jatuh sakit dan tidak bisa melakukan apa-apa. Ia hanya berbaring diranjang saja sepanjang hari.

Salah seorang dari ke empat anaknya itu merawat sang ayah yang sedang terbaring sakit, karena tiga anak yang lainnya tidak mau mengurus dan merawat ayah mereka yang sedang sakit. Ia tetap melakukan semua nya dengan tulus dan dengan hati yang ikhlas.

Suatu ketika, sang ayah meninggal dunia, dan ia pun begitu sedih. Selain karena kehilangan ayah yang sangat dicintainya, harta warisannya pun di ambil semua oleh ketiga saudaranya yang lain.

Pada suatu malam, ia bermimpi bertemu dengan sang ayah, di dalam mimpinya sang ayah menyuruhnya untuk pergi kesuatu tempat. Ditempat itu ada uang dengan jumlah seratus dinar.

Pada pagi harinya ia pun menceritakan mimpinya itu kepada sang istri yang langsung menyarankan agar ia mendatangi tempat itu. Namun ia tidak mau.

Pada malam berikutnya, Ia bermimpi lagi dengan mimpi persis seperti malam sebelumnya. Namun Ia tetap tidak mau mendatangi tempat yang disebut dalam mimpinya. Kemudian di malam ketiga berikutnya lagi Ia bermimpi lagi hal yang sama persis. Dan akhirnya pun ia pergi ketempat yang disebutkan oleh sang ayah didalam mimpinya itu untuk mengambil uang sejumlah seratus dinar. Tapi sesampainya ditempat itu ia hanya mengambil satu dinar saja dari sana.

Dengan suka cita, Ia pun pergi kepasar. Dan ia pun membeli dua ekor ikan yang besar-besar. Sesampai dirumah, istinya sangat senang dan segera membersihkan ikan-ikan itu. Betapa terkejut istrinya ketika membelah perut ikan terdapat dua buah mutiara yang paling indah dari yang pernah ia lihat selama hidupnya.

Orang-orang dikampungnya mendengar berita temuan ajaib itu, dan berdatangan ingin melihatnya. Dan pada akhirnya berita ini pun sampai ketelinga Raja. Ketika Raja melihat mutiara yang menjadi pembicaraan ramai di masyarakat, ia sangat terpesona akan keindahan dari mutiara itu.

Dan ditukarlah dua mutiara indah itu dengan uang emas yang banyak sekali jumlahnya.

Makna Dari Cerita Menolong Dengan Tulus Dan Ikhlas

kita harus melakukan perbuatan baik dengan hati yang ikhlas dan tanpa mengharapkan imbalan.
Allah SWT akan menyukai dan akan membalas perbuatan kita di suatu saat yang tidak terduga.

11. Cerita Anak Islami : Ayah, Anak Dan Seekor Keledai 

Cerita Anak Islami : Ayah, Anak Dan Seekor Keledai

Pada suatu hari ada seorang Ayah, anak dan seekor keledai. Sang ayah bernama juha itu ingin memberikan pelajaran kehidupan yang berharga kepada Anaknya didalam perjalanannya.

Dia menunggangi seekor keledai dan menyuruh Sang anak berjalan dibelakangnya. Ketika baru berjalan beberapa langkah, lewatlah sebagian wanita yang menyoraki juha, "Kok, kamu yang naik, sedangkan anakmu yang kecil itu kelelahan berjalan dibelakang?"

Mendengar itu,Juha pun turun dan menyuruh anaknya yang naik keledai. Kemudian tak berapa lama, mereka melewati segerombolan orang tua sedang duduk dibawah pohon. Mereka berkata "Mengapa kamu berjalan kaki, kamu kan sudah tua, sedangkan anakmu yang masih muda kau biarkan naik keledai itu?"

"Apakah kamu mendengar perkataan mereka, Nak? Kalau begitu mari kita naiki keledai ini sama-sama." kata Juha kepada anaknya.
Lalu mereka pun bersama menunggangi keledai itu. Tetapi, ditengah perjalanan, mereka melewati sekelompok orang pecinta binatang. Melihat pemandangan itu, mereka meneriaki Juha dan anaknya "Kasihanilah binatang yang kurus kering itu. Kalian berdua menungganginya, padahal kalian lebih berat dari pada keledai ini."

"Kau dengar tadi?" kata Juha kepada anaknya sambil turun dan menurunkan anaknya dari atas keledai. "Kalau begitu, mari kita berjalan bersama-sama dan kita biarkan keledai ini berjalan di hadapan kita." Kata Juha lagi.

Akhirnya Sang ayah dan anaknya melanjutkan perjalanan, sementara keledai berjalan di depan mereka berdua. Lalu mereka melintasi segerombolan pemuda berandalan yang mabuk, melihat Juha dan anaknya yang sedang berjalan kaki, gerombolan itu pun meneriaki mereka berdua "Yang pantas itu keledai yang menaiki kalian berdua, sehingga kalian dapat membuatnya terhindar dari kendala - kendala di jalan."

Juha terpengaruh ucapan pemuda berandalan itu. Ia dan anaknya kemudian memikul keledai itu dengan menggunakan batang kayu yang merreka temukan di jalan. Baru saja Juha dan anaknya berlalu melanjutkan perjalanan, orang - orang dibelakang mereka menertawakan pemandangan aneh itu.

Juha berhenti dan menoleh kepada anaknya sambil berkata, "Wahai anakku, jika mendengar dan mengikuti semua omongan manusia. Tidak akan ada habis - habisnya."
Dan mereka berdua pun tertawa.

Makna Dari Cerita Ayah, Anak Dan Seekor Keledai


Omongan manusia tentang kita tidak akan pernah ada ujungnya. Karena itu, teruskanlah mengerjakan sesuatu kalau itu dianggap sebagai kebenaran.
Tidak usah terlalu pusing dengan omongan banyak orang. Karena, kepuasan manusia tidak akan pernah tercapai. Jangan khawatir dan mundur untuk melakukan yang terbaik.

You May Also Like

0 Comments