Cerita : Aku Hanya Melihat Bayanganmu
Judul : Aku Hanya Melihat Bayanganmu
Episode : 1
Status : On - Going
Genre : Romance, Drama, Misterius, School Life
“Suna, apa kau bisa merasakannya ? Aku akan sangat senang jika kau bisa menemaniku disini”
“Apa yang kau katakan ?”
Dia tersenyum dan berkata “Selamat tinggal, Bodoh "
======================================
*Trringgg… Tring...
Suara bel tanda berakhirnya sekolah telah berbunyi
“aaaaahh.. hah.. hah.. apa yang terjadi ?”
Aku terkejut dan terbangun, aku pun terdiam sejenak dan melihat jam. Ternyata waktu sudah menunjukan pukul 5 Sore. Aku tertidur kah?
Tadi adalah pelajaran olahraga dan aku tidak bisa mengikutinya karena tubuhku sedang tidak baik-baik saja. Belakangan ini aku sering sekali merasa lemas. Tidak tau kenapa, mungkin karena aku terlalu lelah.
“Tapi siapa tadi yang memanggilku ya ? mimpi ?”
Dukk, suara tangan seseorang yang menepuk pundakku.
“Suna kau tidak pulang?” ucap Viana sambil memegang pundakku.
Viana adalah teman masa kecilku, kita selalu berada di sekolah yang sama. Mengingat rumah dia terletak tidak jauh dari rumahku. Kita pun selalu berangkat dan pulang sekolah bersama.
“pulang ?” Jawabku yang masih kebingungan.
“heehh, apa kau masih ingin disini ?” Tanya Viana.
“eh maaf, baiklah aku akan membereskan tasku dulu” Ucapku dengan terburu-buru
“Ok, aku akan menunggu di depan” jawab Viana sambil tersenyum.
Aku tidak tau apa yang barusan terjadi, aku seperti melihat seorang perempuan dan dia sangat mengenal diriku. Tetapi aku tidak bisa mengingatnya. Hal terakhir yang aku ingat adalah dia berkata selamat tinggal.
Mimpi kah? Sudah berapa lama aku tertidur yah.
“Sunaa…” Ucap Viana di depan kelas
“Maaf, tunggu sebentar Vi.”
Aku pun segera membereskan tasku dengan cepat, sepertinya langit sudah semakin gelap. Dan aku juga sangat lapar sekali, Mungkin makan Indomie adalah pilihan yang terbaik nanti.
“Srekk..” Suara kertas yang jatuh dari dalam kolong mejaku secara tiba-tiba.
Apa ini? Surat? Aku hanya melihatnya dan terdiam. Sejenak aku berpikir siapa yang memberikan surat ini padaku. Apakah dia salah orang, atau ini hanya perbuatan orang yang usil. Ah, Sudahlah aku harus cepat.
“Suna…” Teriak Viana dengan keras.
“Iyah aku datang” jawabku sambil berjalan ke arah Viana
Aku pun segera bergegas mengampiri Viana yang sudah menunggu di depan kelas. Aku melihatnya sedang menatap lapangan kosong dari jendela tempat dia berdiri.
Seketika angin berhembus perlahan, Aku terdiam sejenak menatapnya. Entah kenapa aku tersadar betapa cantiknya Viana yang selama ini selalu bersama denganku. Apakah mungkin kita bisa..
Tidak mungkin lah ya haha. Aku pun berjalan lagi dan menghampirinya.
“Yo”
“Kau lama sekali” Jawab dia dengan wajah kesal.
Mungkinkah dia marah karena menungguku? Aku tidak terlalu mengerti tetapi wajahnya saat marah makin membuatnya tambah cantik.
“Hehe, Maaf Vi” Ucap ku sambil tersenyum polos
“Huhh, ayo kita pulang” Jawab Viana dengan manis
Aku merasa saat ini adalah waktu yang tepat. Mungkin aku bisa bertanya tentang surat itu dan perempuan yang memanggill namaku.
“Vi”
“Iya ?.”
“Vi, Apa tadi ada seorang perempuan memanggil namaku ?” Tanyaku dengan wajah penasaran.
“Perempuan ?” Ucap Viana dengan kebingungan.
Melihat wajahnya yang terlihat seperti itu saat aku bertanya tentang perempuan tadi, mungkin dia juga tidak tau tentang surat ini.
“Eh, tidak. Mungkin itu hanya imajinasiku saja. Ayo kita pulang”
“Humm, kau memang aneh suna”
“Hhoohh.. Terima kasih” Jawabku dengan senyum terpaksa.
Aku pun segera pulang bersama dengan Viana.
Di perjalanan pulang, Viana selalu berbicara tentang buku. Sebenarnya aku tidak terlalu mengetahui buku apa yang dia baca. Aku hanya tau dari ceritanya.
Ia selalu menjelaskan bahwa di buku itu Tuan putri dan pangeran hidup dengan romantis. Ia selalu menginginkan kehidupan yang seperti itu. Berjalan bersama, menghabiskan banyak waktu berdua dan banyak lagi.
Aku yakin itu hanyalah khayalan dari semua perempuan, tentu saja setiap perempuan selalu menyukai kehidupan cinta yang romantis. Tapi bagiku itu semua tidak mungkin terjadi haha.
Setelah beberapa menit akupun sampai dirumah.
“aku pulang” Ucapku saat membuka pintu.
Sepi sekali..
Ya memang selalu seperti ini, sejak dulu aku selalu sendirian. Bahkan aku tidak ingat kapan rumahku pernah ramai.
“kakak, belum pulang kah ?”
Kakak ku perempuan, Ia Sekolah di SMA Unggulan yang banyak diminati oleh semua orang. Tidak mengherankan karena kakak ku memang rajin sekali belajar. Bahkan setiap hari ia selalu membaca buku.
Tapi tumben sekali kakak jam segini masih belum ada dirumah. Aku berpikir mungkin ia sedang mengerjakan tugas bersama dengan teman sekelasnya.
Ya sudah lah, Seharusnya kakak ku sudah membuat makanan untuk makan malam. Tetapi karena ia belum datang, mungkin aku akan makan duluan dengan memasak indomie.
Tapi, entah kenapa rasanya aku sangat malas sekali. Padahal perut ini sudah memintaku untuk diperhatikan. Tetapi Di sisi lain tubuhku berbicara untuk rebahan.
Akhirnya aku memutuskan untuk masuk ke kamarku dan langsung berbaring di tempat tidur.
Uwah, rebahan memang mantap sekali.
Aku menatap langit-langit di kamarku, dan mengingat kembali kejadian yang terjadi saat aku tertidur disekolah.
Mimpi kah?
Aku semakin penasaran dan selalu memikirkannya sejak tadi. Entah kenapa perempuan itu sangat nyata bagiku. Dan aku juga merasa sangat mengenalnya.
“tapi siapa perempuan itu ? Dia memanggil namaku.”
======================================
Informasi :
Aku Hanya Melihat Bayanganmu adalah cerita tentang seorang laki - laki yang mencari cara untuk bertemu dengan perempuan yang misterius. Di setiap episodenya akan menunjukan tanda-tanda yang akan membantunya menemukan si perempuan.
Aku Hanya melihat Bayanganmu akan update setiap Jum'at jika tidak ada kendala hehe. Selalu dukung terus Website ini agar authornya rajin menulis dan cepat update.
Terima kasih sudah membaca.
1 Comments
Lanjut
BalasHapus